Analisis SWOT

Analisis SWOT termasuk salah satu hal yang dipelajari dalam mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan. Apa sebenarnya Analisis SWOT ini? Analisis ciptaan Albert Humphrey ini merupakan suatu cara perencanaan strategi yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau spekulasi usaha. Istilah "SWOT" itu sendiri sebenarnya akronim dari Strength, Weakness, Opportunity dan Threat.

Albert Humphrey

Cara Melakukan Analisis SWOT

Berikut contoh bagaimana cara menyusun sebuah Analisis SWOT sederhana yang dilakukan oleh seorang peserta didik untuk menjadi seorang wirausahawan.

Strength

  • Minat peserta didik yang kuat untuk membuka suatu usaha
  • Lingkungan yang kondusif
  • Lingkungan sekolah yang mendukung
  • Dukungan keluarga
  • Di sekolah diajarkan mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan
  • Guru melatih peserta didik untuk selalu kreatif

Weakness

  • Padatnya jam pelajaran menyebabkan minimnya waktu luang bagi peserta didik
  • Waktu praktik tidak mencukupi karena jumlah pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan hanya 2 jam pelajaran
  • Keterbatasan guru dalam membimbing peserta didik
  • Tidak semua guru memiliki pengalaman bisnis

Opportunity

  • Perekonomian dalam negeri yang kondusif dan memungkinkan tumbuhnya usaha kreatif
  • Perekonomian global yang terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki ketrampilan dan kreativitas
  • Peluang berbasis ICT masih terbuka luas
  • Permintaan pasar dalam negeri cukup tinggi

Weak

  • Kurangnya pengalaman peserta didik dalam dunia usaha ataupun usaha yang akan dimasukinya
  • Lemahnya konsep usaha dan konsep pemasaran pada usaha yang akan dilakukan
  • Kurangnya pemahaman peserta didik tentang manajemen keuangan dalam suatu usaha
  • Tidak mengetahui kapan waktunya memasuki pasar (startup)

Lantas, Apa Manfaatnya?

Hasil dari Analisis SWOT dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kebijakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan cara terbaik dalam melaksanakan suatu strategi.

Serunya Pembelajaran Kooperatif Jigsaw

Hari ini saya terjadwal di XI IPS-4 pada jam pertama. Boleh jadi, inilah kelas yang membuat saya senantiasa bersemangat. Sesuai rencana pelaksanaan pembelajaran, saya akan mengajak mereka membahas materi tentang analisis SWOT. Pendekatan yang saya gunakan adalah pendekatan pembelajaran kooperatif, dengan  memakai model jigsaw.

Sekedar Pengingat

Bahwa pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berfokus kepada pemanfaatan kelompok-kelompok kecil peserta didik untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar guna mencapai tujuan pembelajaran. Dalam hal ini lebih ditekankan peserta didik mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial dengan orang lain.

Sedangkan jigsaw merupakan salah satu model pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan rasa tanggungjawab peserta didik terhadap pembelajarannya sendiri serta juga pembelajaran orang lain. Disini, setiap peserta didik tidak sekedar mempelajari materi pelajaran untuk diri mereka sendiri, melainkan mereka juga harus mengajarkannya kepada orang lain (kelompoknya).

Analisis SWOT Usaha Kuliner Tahu Gejrot

Ini sekedar contoh. Anggap bahwa kita akan mencoba peruntungan membuka usaha kuliner tahu gejrot di daerah Cepu dan sekitarnya. Sebelumnya kita harus melakukan analisis SWOT terhadap usaha tersebut. Inilah yang akan kita gunakan sebagai bahan pembahasan dalam kegiatan diskusi.


Dapat dirumuskan empat permasalahan sebagai berikut:
  • Apa kekuatan-kekuatan dari ide usaha yang akan dijalankan
  • Apa kelemahan-kelemahan dari ide usaha itu
  • Apa saja peluangnya
  • Apa ancaman-ancaman yang mungkin akan timbul
Ingat, bahwa banyaknya permasalahan yang dirumuskan akan menentukan jumlah anggota dalam setiap kelompok. Jadi, pada contoh diatas akan ada empat orang dalam setiap kelompok.

Menetapkan Peran

Dalam sebuah kelompok, setiap anggota diberi peran sebagai ahli yang akan menangani satu permasalahan. Sebagai contoh, kita bagi peran untuk setiap anggota kelompok sebagai berikut:
  • Ahli "S", menangani permasalahan pertama
  • Ahli "W" menangani permasalahan kedua
  • Ahli "O" menangani permasalahan ketiga
  • Ahli "T" menangani permasalahan keempat

Pelaksanaan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru dapat membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dan menetapkan peran untuk setiap anggota kelompok. Selanjutnya, dalam kegiatan inti para peserta didik diminta untuk mengelompok sesuai dengan bidang ahlinya masing-masing dan berdiskusi. Sebut saja diskusi ini sebagai diskusi kelompok-ahli. Diskusi ini membahas permasalahan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Setiap ahli harus memiliki catatan mengenai hasil diskusi yang telah dilakukannya.

Setelah diskusi kelompok-ahli selesai dilaksanakan, para ahli dapat kembali ke kelompoknya masing-masing untuk melaksanakan diskusi lagi. Sebut saja ini sebagai diskusi kelompok-inti. Diskusi ini membahas analisis SWOT secara keseluruhan yang disusun berdasarkan informasi yang berasal dari setiap ahli yang ada didalam setiap kelompok.Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan ilustrasi berikut:


Penilaian

Penilaian dapat dilakukan selama kegiatan diskusi kelompok-ahli dan diskusi kelompok-inti berlangsung. Saya memakai teknik penilaian observasi untuk sikap spiritual dan sikap sosial yang ditunjukkan oleh peserta didik. Penilaian lainnya dapat berupa penugasan dan portofolio, menyesuaikan kebutuhan.

Contoh RPP

Berikut contoh RPP yang saya gunakan untuk kegiatan pembelajaran, klik disini.